Rekam Jejak Karier Mantan Ketua KPK Firli Bahuri yang Jadi Tersangka Kasus Pemerasan 

Profil Firli Bahuri
Firli Bahuri
Firli Bahuri

Lalu, siapakah sosok Firli Bahuri dan bagaimana perjalanan kariernya hingga menjadi tersangka pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian tersebut? 


Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Firli Bahuri kini menjadi sorotan publik setelah resmi di tetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Firli Bahuri dijerat Pasal 12e, Pasal 12B, dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 KUHP. 

Lalu, siapakah sosok Firli Bahuri dan bagaimana perjalanan kariernya hingga menjadi tersangka pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian tersebut? 

Firli Bahuri lahir pada 8 November 1963 di Palembang, Sumatera Selatan. Ia mengenyam pendidikan mulai dari SDN Lontar Muara Jaya OKU, kemudian SMP Bhakti Pengandonan OKU, dan terakhir di SMAN3 Palembang. 

Tamat dari bangku sekolah, Firli melanjutkan pendidikannya di Akademi Kepolisian (AKPOL) pada 1986. Ia melanjutkan pendidikan di Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1997. 

Bahkan, ia pernah mengikuti berbagai pelatihan dan kursus kejuruan yang mendukung kariernya di kepolisian. Tak hanya itu, ia juga mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Indonesia, dan meraih gelar Magister Kenotariatan pada 2000. 

Sebagai lulusan AKPOL, Firli Bahrudi memulai kariernya pada 1986. Sejak saat itu, ia meniti karier di Polri dan menduduki berbagai posisi penting, termasuk  Wakil Kepala Kepolisian Banten (2014), Karodalops sops Polri (2016), Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah (2016), Kapolda Nusa Tenggara Barat (2017), Kapolda Sumatera Selatan (2019), Deputi Penindakan KPK (2018), hingga Kabaharkam Polri. 

Selain itu, ia juga sempat menjadi Asisten Sespri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2010. Firli diangkat menjadi ajudan Wakil Presiden RI, Boediono pada 2012. 

Sebelum akhirnya Firli diangkat menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK ke-6, Firli menduduki jabatan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri. Karier terakhir Firli Bahuri yaitu sebagai Ketua KPK. 

Ia dilantik pada 21 November 2019, menggantikan Agus Rahardjo. Sejak menjabat sebagai Ketua KPK, Firli Bahuri dan lembaga yang dipimpinnya fokus mengedepankan program-program yang mengoptimalkan penggunaan teknologi dan inovasi dalam penyelidikan dan penindakan kasus korupsi. 

Meski karier Firli Bahuri saat di kepolisian terkenal moncer, ternyata dirinya banyak memiliki kontroversi. Ia sering kali dilaporkan kepihak kepolisian maupun Dewan Pengawas KPK, namun dirinya berulang kali lolos dari sanksi. 

Di balik sosoknya yang kini tengah menjadi sorotan, Firli Bahuri memiliki berbagai prestasi dan penghargaan, yaitu Satyalancana Shanti Dharma (1992), Satyalancana Dwidja Sistha (2002), Satyalancana Seroja (2002), Satyalancana Pengabdian XXIV, dan Bintang Bhayangkara Nararya. Berikut sejumlah jejak karier yang pernah dilakoni oleh Komjen Firli Bahuri. 

- Komandan Peleton II Sabhara Direktorat Samapta Polda Metro Jaya (28 Agustus 1991) 

- Komandan Peleton III Sabhara Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur (28 Oktober1992) 

- Kepala Unit Serse Kepolisian Sektor Kramatjvutati (25 April 1994)

- Perwira Pertama Kepolisian Daerah Timor Timur (1 Juni 1997) 

- Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi Kepolisian Resor Liquica (10 Juli 1997) 

- Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi Kepolisian Resor Dili (01 Mei 1998) 

- Kelompok Ahli PPTIK PTIK (1 Desember 1998) 

- Kepala Kepolisian Resor Lampung Timur (01 Januari 2001) 

- Kepala Satuan Reserse Kepolisian Kota Besar Bandar Lampung (5 Januari 2001) 

- Wakil Kepala Kepolisian Resor Lampung Tengah (10 Januari 2002) 

- Pejabat Sementara Kepala Satuan II Direktorat Reserse Kriminal Polda Lampung (19 Mei 2003) 

- Perwira Menengah Polda Metro Jaya (18 Oktober 2004) 

- Kepala Satuan III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (23 Februari 2005) 

- Kepala Kepolisian Resor Kebumen (15 Juni 2006) 

- Kepala Kepolisian Resor Brebes (14 Juni 2007) 

- Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat (17 Oktober 2009) - Penyidik Utama Tingkat III Direktorat I/Keamanan dan Transnasional Badan Reserse Kriminal Polri (19 Mei 2010) 

- Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah[7] (19 Oktober 2011) 

- Ajudan Wakil Presiden RI (3 September 2012) 

- Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banten (27 Agustus 2014) 

- Kepala Biro Pengendalian Operasi Staf Operasi Polri (31 Desember 2015) 

- Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah (12 Desember 2016)

- Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (03 Februari 2017) 

- Deputi Penindakan KPK (08 April 2018) 

- Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (20 Juni 2019) 

- Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri (08 November 2019) 

- Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri (06 Desember 2019)