8 Cara Self-Healing yang Tepat Menurut Psikolog

Metode self healing yang tepat
Ilustrasi self healing
Ilustrasi self healing

Terdapat sejumlah cara self-healing yang direkomendasikan psikolog. Metode ini harus dilatih secara teratur.


Istilah self healing atau penyembuhan diri belakangan ini ramai di bicarakan oleh warganet. Self healing merupakan istilah yang dikaitkan dengan kesehatan mental. 

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, self-healing adalah proses pemulihan diri dari luka batin dan pengalaman tidak menyenangkan yang memengaruhi psikologis. Oleh karena itu, banyak orang melakukan self healing untuk mengobati luka di masa lalu, melepaskan emosi negatif, merangkai pikiran yang positif tentang hidupnya, dan memahami dirinya sendiri.

Beberapa manfaat dari melakukan self-healing adalah memperbaiki mood, membantu mengurangi kecemasan, membantu mengatasi depresi, meningkatkan kondisi fisik, dan wellbeing. Akan tetapi, banyak orang tidak benar-benar memahami arti self-healing dan cara penerapannya yang tepat. 

Akibatnya, metode penyembuhan diri ini kerap disalahartikan sebagai proses instan yang dapat dilakukan sendiri guna meredakan stres harian. Padahal self healing merupakan pemulihan dari kondisi emosional yang buruk.

Terdapat sejumlah cara self-healing yang direkomendasikan psikolog. Metode ini harus dilatih secara teratur. Menurut Tciki Davis, MA, PhD, dari Berkeley Well Being Institute, self healing teratur dapat memengaruhi otak, sehingga berkontribusi menimbulkan perasaan positif, bahagia, dan sejahtera.

Dikutip dari Pijar Psikologi, berikut beberapa metode yang dapat membantu menyembuhkan diri sendiri dari dalam.

1. Me Time

Me time atau membuat waktu untuk diri sendiri dan menghidupkan aktivitas yang mengganggu emosi dan perasaan. Me time berguna untuk membuat setiap orang memikirkan dirinya sendiri terlebih dahulu. 

Terkadang seseorang terlalu sibuk memikirkan orang lain, hingga lupa memikirkan diri sendiri. Meluangkan waktu untuk diri sendiri akan membuat seseorang merasa lebih bermakna. 

2. Berdialog dengan Diri Sendiri

Berdialog dengan diri sendiri merupakan salah satu metode self-healing yang dapat membantu seseorang menyembuhkan luka batin dan mengatasi kelelahan emosional. Proses ini dapat dimulai dengan berbicara kepada diri sendiri bahwa apa yang telah terjadi merupakan kondisi yang tidak bisa dihindari.

Berbicaralah pada diri sendiri tentang apa yang sebenarnya diinginkan. Jujur pada diri sendiri lebih baik ketimbang melampiaskan segala perasaan buruk pada sesuatu.

3. Berdamai dengan Keadaan

Peristiwa buruk yang terjadi pada seseorang di masa lalu dengan meninggalkan luka yang mendalam sangat sulit untuk dilupakan. Setiap orang berhak marah atas hal itu saat mengingatnya. 

Namun, menyalahkan keadaan atas semua hal buruk tersebut tidak bisa dibenarkan. Alangkah baiknya mencoba berdamai dengan keadaan.

Menerima setiap keadaan yang menimpa sebagai guru kehidupan yang menempa pribadi lebih baik lagi. 

4. Mindfullness

Mindfullness diartikan sebagai berpikir dengan keadaan yang penuh. Misalnya, mengelola pikiran, perasaan, dan lingkungan untuk menghubungkan titik-titik yang ada dalam pikiran serta memaknai setiap peristiwa dan kejadian yang pernah dialami dengan lebih sehat.

Metode ini dapat dilakukan dengan cara mencari tempat yang tenang, lalu pejamkan mata Anda. Fokus terhadap diri sendiri dan segala pikiran yang Anda miliki. 

Dengan kesadaran penuh cobalah untuk memahami setiap pergulatan emosi yang ada dalam diri. Mindfullness akan lebih baik jika dilakukan secara rutin, misalnya sebelum berangkat ke kantor atau kampus maupun sekolah. 

5. Meningkatkan Self-Compassion

Self-compassion adalah kemampuan untuk memahami keadaan emosi diri sendiri dan juga respons emosi atas penderitaan yang dialami dengan disertai keinginan untuk menolong diri sendiri. Seseorang dapat memahami dirinya sendiri melalui self-compassion. 

Cara ini mampu membuat orang memaknai pengalaman yang tidak nyaman dengan emosi yang berbeda. Artinya ketidaknyamanan yang dimiliki bisa dimaknai secara positif jika meningkatkan self-compassion.

Cobalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap diri sendiri, merespon perisitiwa buruk dengan perasaan lapang dada, dan selalu berupaya membebaskan diri dari duka yang berlarut.

6. Jadikan Penyesalan sebagai Kekuatan

Penyesalan merupakan sesuatu yang tidak ada habisnya dalam hidup sehingga akan menimbulkan perasaan tidak nyaman. Gelisah, cemas, dan terus memikirkan hal tersebut membuat hati seseorang lelah. 

Namun, menjadikan penyesalan sebagai kekuatan merupakan hal bijak yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan diri dari luka batin. Mulailah untuk menjadikan sebuah penyesalan terberat sekalipun dalam hidup sebagai pelajaran. 

Tidak apa jika mengingat kejadian itu, tapi gunakanlah sudut pandang berbeda terhadap masalah tersebut. Melakukan kesalahan itu wajar, yang perlu dilakukan hanyalah belajar untuk tidak mengulanginya.

7. Tempatkan Masa Lalu pada Tempatnya

Setiap orang memiliki kisah masa lalunya masing-masing. Tak sedikit yang memiliki masa lalu yang kelam dan membuat hidupnya tak tenang.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa tidak ada yang bisa merubah peristiwa yang telah terjadi. Sebagai manusia, yang bisa dilakukan hanyalah mengubah respon terhadap masa lalu itu. 

Memaknai kembali pengalaman yang telah terjadi di masa lalu dengan respon positif sangat membantu penyembuhan hati. Jadikanlah masa lalu sebagai guru yang mendewasakan. 

8. Menulis Ekspresif

Menulis ekspresif adalah menulis untuk mengutarakan segala perasaan yang dialami. Metode ini bisa dilakukan tanpa perlu memperhatikan aturan seperti tanda baca, ejaan, dan sebagainya. 

Menulis ekspresif adalah upaya untuk mengungkapkan segala emosi yang dirasakan saat stress datang. Dengan menuliskan segala kekesalan itu dapat membantu Anda melihat masalalu dari sudut pandang yang berbeda.