Jangan Abaikan Kesepian Kalau Tidak Mau Kena 6 Penyakit Ini

Ilustrasi kesepian (Pinterest)
Ilustrasi kesepian (Pinterest)

Pada dasarnya, kesepian merupakan hal yang normal. Perasaan sepi merupakan emosi wajar yang hampir pernah dirasakan setiap orang. 


Peneliti menemukan perasaan kesepian muncul karena seseorang merasa terisolasi dan tidak terhubung dengan orang lain. Sebab, manusia adalah makluk sosial yang membutuhkan hubungan dengan orang lain.

Manusia harus bersosialisasi untuk memenuhi kebutuhan dasar psikologis agar dapat bertahan hidup. Saat kebutuhan itu tidak terpenuhi, kesepian menjadi salah satu hal yang kerap dirasakan.

Pada dasarnya, kesepian merupakan hal yang normal. Perasaan sepi merupakan emosi wajar yang hampir pernah dirasakan setiap orang. 

Namun, ketika perasaan ini dirasakan terus menerus dapat menjadi masalah mental yang kronis. Tak hanya buruk bagi kesehatan mental, kesepian juga bisa mempengaruhi kesehatan fisik, dan menimbulkan masalah sosial. 

Dikutip dari laman Healthline, studi menunjukkan bahwa kesepian tidak bisa dibiarkan saja, karena dapat menimbulkan beragam dampak buruk pada kesehatan. Berikut dampak buruk kesepian bagi kesehatan.

1. Depresi

Meski kesepian berbeda dengan depresi, kesepian dikaitkan dengan gejala depresi. Hal ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan tentang orang dengan depresi lebih cenderung merasa kesepian. 

Kesepian yang menjadi tanda depresi biasanya lebih rumit karena tidak hanya membuat seseorang merasa sendiri, tetapi juga disertai dengan gejala depresi secara umum. Menurut psikolog, perasaan kesepian yang perlu diwaspadai sebagai gejala depresi adalah ketika individu memilih untuk mengisolasi diri. 

2. Menurunkan Kualitas Tidur

Kesepian dapat menurunkan kualitas tidur seseorang melalui berbagai mekanisme termasuk stres, cemas, dan isolasi sosial. Jika perasaan tidak nyaman karena kesepian ini terus-menerus terjadi, dapat menyebabkan insomnia yang dapat menggangu waktu dan kualitas tidur. 

Tak hanya sulit tidur, kesepian juga dapat menyebabkan mimpi buruk, terbangun di tengah tidur, dan gangguan lainnya. Sementara itu, kurang tidur dapat menimbulkan berbagai kesehatan fisik dan mental, mulai dari penurunan fungsi seksual, peningkatan risiko penyakit jantung, hingga peningkatan risiko gangguan mental.

3. Melemahnya Sistem Imun

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kesepian dapat melemahkan repons kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan peningkatan peradangan yang akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit kronis. Ketika merasa kesepian, orang akan abai dengan kesehatannya, seperti tidak menjaga pola makan, tidak mau olahraga, dan sering begadang.

Hal tersebut bisa menyebabkan daya tahan tubuh melemah, sehingga rentan terkena penyakit.

4. Penyakit Kardiovaskular

Kesepian dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami masalah kardiovaskular. Setidaknya, ada 30 persen orang yang mengalami masalah hubungan sosial lebih mungkin terkena stroke atau penyakit jantung.

Kesepian dinilai lebih berpengaruh terhadap penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan kebiasaan merokok, pola makan buruk, atau kurangnya aktivitas fisik. 

5. Diabetes Tipe 2

Kesepian juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit diabetes tipe 2. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Diabetologia pada 2022 menemukan bahwa orang yang kesepian memiliki risiko 2,4 kali lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.

Ada beberapa cara yang dapat menjelaskan bagaimana kesepian dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Pertama, kesepian dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon stres, seperti kortisol. 

Hormon stres ini dapat menyebabkan resistensi insulin. Hal ini merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi pada perkembangan diabetes tipe 2.

Kedua, kesepian dapat menyebabkan perubahan pola makan dan aktivitas fisik. Orang yang kesepian lebih mungkin makan makanan yang tidak sehat dan kurang berolahraga. 

Kedua faktor ini juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.Ketiga, kesepian dapat menyebabkan perubahan fungsi kekebalan tubuh. 

Fungsi kekebalan tubuh yang terganggu dapat meningkatkan risiko infeksi, yang dapat menyebabkan komplikasi pada diabetes tipe 2.

6. Gangguan Kognitif

Kesepian dapat berdampak negatif pada kesehatan otak dan meningkatkan risiko gangguan kognitif serta demensia, terutama pada lansia. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry pada 2020 menemukan bahwa orang yang kesepian memiliki risiko 26 persen lebih tinggi terkena demensia.

Hal ini terjadi karena kesepian dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon stres, seperti kortisol. Hormon stres ini dapat merusak otak, termasuk area otak yang bertanggung jawab untuk kognisi.